Mengapa Dalam Sehari Ada 24 Jam dan 60 Menit Dalam Satu Jam???

Guys pernahkah kamu berpikir mengapa ada 24 jam dalam satu hari dan 60 menit dalam satu jam?

Mungkin pertanyaan ini terdengar sederhana, namun kenyataanya memiliki penjelasan yang panjang.
Dilansir TribunTravel.com dari laman scienceabc.com, menyebut jika penggunaan angka pada manusia sudah ada sejak masa peradapan Mesir dan Babolonia.

Konsep 24 jam berasal dari Mesir kuno.

Mereka membagi hari menjadi 10 jam dengan perangkat yang disebut jam bayangan dan kemudian menambahkan satu jam pada setiap akhir.

Yakni satu untuk waktu senja dan satu untuk pagi hari.



Sayang tak adanya sinar matahari pada malam hari membuat mereka sulit membagi waktu.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk mengatasinya.

Yakni dengan melakukan pengamatan bintang.

Pada zaman kuno, tanpa teknologi canggih, mereka memilih 36 rasi bintang yang disebut decans.



Rasi ini akan naik berturut-turut di cakrawala dikarenakan perputaran bumi.

Setiap decan naik sebelum matahari terbit menjadi awal dari periode 10 hari.

Dan bila 36 decan naik menyebabkan 36 * 10 = 360 hari dalam setahun.

Saat senja, akan muncul 18 decan dan akan menghilang 3 decan saat mulai malam.

Ada 12 decan yang masih terlihat inilah yang menjadi perhitungan 12 jam di waktu malam hari.

Namun seiring perkembangan waktu, penghitungan jam-jam ini memiliki panjang yang tak sama.

Para astronom Yunani mencari jawaban melalui alam dan bintang-bintang galaksi untuk mengelola perhitungan itu.

Hingga kemudian seorang astronom Hipparchus mengusulkan pembagian hari menjadi 24 jam.

Setelah astronom menemukan pembagian jam, kemudian perhitungan itu dilanjutkan bangsa Babilonia.

Demi kenyamanan, mereka membagi lagi satu jam menjadi 60 menit dan satu menit menjadi 60 detik.

Tak ada yang tahu mengapa mereka menggunakan basis sistem 60.

Kemungkinan karena 60 merupakan nomor khusus untuk perhitungan fraksi.

Uniknya sistem perhitungan waktu yang dibuat ribuan tahun yang lalu ini ternyata juga masih digunakan sampai sekarang.

Ini membuktikan jika kemampuan nenek moyang dalam mempelajari alam lebih baik daripada manusia modern.

Mereka mampu menciptakan suatu perhitungan waktu tanpa alat-alat modern seperti sekarang.

Komentar